Pengunjung

free counters

Friday, June 29, 2012

Penyakit Kasta Di Bali


KASTA = KUSTA = KISTA … SAMA-SAMA PENYAKIT
Sebelumnya ada beberapa definisi untuk memberi batasan pengertian masing2 istilah :
Kasta        : Penggolongan masyarakat berdasar perbedaan status sosial dan bersifat turun  
                     temurun, Istilah  kasta dibawa oleh orang Portugis ke India sekitar tahun 1500 SM
                                

Warna     : Sistem Kemasyarakatan yang berdasarkan pada profesi dan fungsi ( guna dan
                   karma ), Warna  telah ada semenjak Weda diturunkan lebih kurang tahun 6000 SM
                              

Wangsa    : Sama dengan Klan / garis keturunan,  sistem wangsa timbul pada abad XV
                     semenjak Pemerintahan Dalem Bali

Masalah “kasta” memang menjadi “penyakit” menahun yang tak kunjung sembuh pada beberapa kelompok umat Hindu di Bali. Betul dalam agama Hindu, sistem kasta tidak ada; yang ada sistem warna seperti yang anda katakan.
Namun sejarah telah mengukir jalannya sejak abad ke-14, di mana tatanan masyarakat diubah dari warna ke kasta, untuk menguatkan status quo penguasa ketika itu.
Padahal sebelum abad ke-14, kasta tidak dikenal di Bali/ Jawa. Penjajah Belanda, selama 350 tahun menguatkan sistem kasta karena ini sesuai dengan politik divide et impera – nya.
Namun demikian saya yakin lama-kelamaan sistem kasta akan hilang ditelan jaman, karena umat Hindu di Bali akan semakin terdidik, dan juga karena pengaruh globalisasi.
Misalnya di Buleleng, mayoritas masyarakat tidak menyenangi sistem kasta, dan mereka tidak memperhatikannya. Sistem kasta masih agak kuat di Klungkung, Gianyar, Badung, Tabanan, Karangasem. Itupun sporadis.
Bagaimana kiatnya “memerangi” sistem kasta? Ya, perlakukan orang-orang berkasta itu biasa-biasa saja. Hormati mereka berdasarkan inteligensi dan pengabdiannya kepada masyarakat. Bukan karena titel kebangsawanannya.

Beberapa contoh dari catur warna :
1. Narada Muni, anak seorang babu(pembantu rumah tangga) bisa menjadi Brahmana.
2. Radeya,sebelum diakui oleh kunti, adalah anak seorang kusir kereta, bisa menjadi ksatrya,
3. Kresna, anak gembala sapi, bisa menjadi ksatrya.
4. Walmiki,seorang perampok, bisa menjadi maharsi
5.Kavash Ailush, anak sudra bisa menjadi Brahmana,yang menulis mantra-mantra dsrta untuk Rg Weda mandala 10
6.thiruvalluar, anak penjahit/penenun bisa menjadi Brahmana, yang menulis buku Thirukural di India Selatan
7. Maharsi Viyasa yang dianggap nabi oleh umat Hindu, berkulit Hitam, wajah menyeramkan (bukan ras Arya yang berkulit Putih, hidung Mancung), bisa menjadi Maharsi, sekligus meruntuhkan teori Invasi Aryanya Max Muller.

sumber :  http://stitidharma.org/sistem-kasta-di-hindu/ dan http://semusanja.multiply.com/journal/item/23?&item_id=23&view:replies=reverse

No comments:

Post a Comment